TABANAN - Kebun Raya Eka Karya Bali berkolaborasi dalam program “Penanaman 1.000 Pohon” yang digelar Nuanu Creative City, Selasa (26/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kebun Raya menyumbang 100 tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan Bali.
Hadhiyyah N. Cahyono selaku East Deputy of Horticulture Kebun Raya menegaskan pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri.
“Upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Melalui program penanaman pohon ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap keberlangsungan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
Ia menambahkan,
“Melalui kontribusi 100 tanaman ini, kami berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.”harapnya
Branch Manager Kebun Raya, I Dewa Putu Pasnadi Putra, menjelaskan tiga jenis tanaman yang disumbang adalah Dysoxylum densiflorum (Majegau), Antidesma bunius (Buni), dan Magnolia champaca (Cempaka). Ketiganya dipilih karena memiliki nilai konservasi, budaya, dan manfaat medis.
Majegau dari famili Meliaceae umum digunakan masyarakat Bali untuk upacara Hindu dan pengobatan tradisional. Buni mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berkhasiat antiinflamasi, antioksidan, serta antimikroba. Sementara Cempaka kuning dikenal sebagai tanaman obat dengan kandungan antioksidan dan antibakteri, sekaligus digunakan dalam persembahyangan adat Bali.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara lembaga konservasi, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Penanaman Majegau, Buni, dan Cempaka diyakini tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga melestarikan nilai budaya Bali.
“Semoga inisiatif ini menjadi warisan ekologis yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi Nuanu Creative City,” ujar Pasnadi Putra.(tim)
