BULELENG, - Pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto saat Rakornas di Jakarta menyentil jajaran Pemeritahan di Bali terkait penanganan sampah yang dianggap lambat dan membuat turunnya angka kunjungan wisatawan ke pulau dewata.
Terkait dengan pernyataan Presiden tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Bali, Ketut Kariyasa Adnyana menegaskan sampah yang ada di bali terutama di perairan merupakan sampah kiriman dari luar Bali. Itu terjadi ketika air pasang yang menyebabkan banyak sampah kiriman baik kayu maupun sampah plastik menumpuk di pesisir pantai Bali.
" Begitu ada sampah kiriman pihak Pemerintah Daerah, Pelaku Pariwisata dan juga UMKM yang ada di sekitar pantai juga sudah segera membersihkan sampah itu," Ujar Kariayasa, Selasa (3/2).
Kariyasa mengatakan, Bali sangat mencintai NKRI, syukur-syukur tidak meminta sebagai daerah otonomi khusus. Harusnya pemerintah pusat turun langsung kelapangan cek kebenaran dilapangan dan jangan hanya mendengar dari masukan bawahan. Harusnya Bali yang menyumbang devisa tertinggi kepada negara diberikan perhatian lebih serius untuk kepentingan pariwisata.
"Bali penyumbang devis tertinggi kepada negara harusnya diberikan perhatian lebih dong untuk kemajuan pariwisata. Syukur tidak ada niat ke otonomi khusus, karena Bali cinta NKRI," lanjut Kariayasa.
Kariyasa menambahkan, yang terjadi kemarin pembersihnya itu kan pantai sudah tidak kotor lagi. Jangan sampai ini ada kepentingan politik lain untuk menyerang Bali yang dikenal dengan basisnya PDI Perjuangan. Karena PDI Perjuangan selama bencana getol membantu penanganan bencana di berbagai daerah.
"Jangan sampai ini ada agenda lain terutama agenda politik untuk kepentingan tertentu," pungkasnya.(tim).
